GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
A. DEFINISI GELOMBANG
ELEKTROMAGNETIK
Gelombang
Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada
medium. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa
karakter yang bisa diukur, yaitu: panjang gelombang/wavelength, frekuensi,
amplitude/amplitude, kecepatan. Amplitudo adalah tinggi gelombang, sedangkan
panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak. Frekuensi adalah jumlah
gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambatnya gelombang.
Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan (kecepatan cahaya),
panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu
gelombang, semakin rendah frekuensinya, dan semakin pendek suatu gelombang
semakin tinggi frekuensinya.
Energi
elektromagnetik dipancarkan, atau dilepaskan, oleh semua masa di alam semesta
pada level yang berbedabeda. Semakin tinggi level energi dalam suatu sumber
energi, semakin rendah panjang gelombang dari energi yang dihasilkan, dan
semakin tinggi frekuensinya. Perbedaan
karakteristik energi gelombang digunakan untuk mengelompokkan energi
elektromagnetik
B. JENIS-JENIS
GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
Disadari atau tidak, ada banyak
jenis gelombang energi dan cahaya yang merambat disekitar kita. Rambatan itu
bisa dalam bentuk transmisi TV, radiasi gamma, atau panas di atmosfer.
Fisikawan menyebut ini dengan Gelombang Elektromagnetik (EM wave). Gelombang
ini disebut dengan elektromagnetik karena jenis pola gelombangnya merupakan
hasil dari osilasi antara medan listrik dan medan magnet. Para fisikawan
mengelompokkan gelombang tersebut berdasarkan frekuensi dan panjang
gelombangnya. Jenis gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi tinggi
berarti memiliki energi yang tinggi pula, begitupun sebaliknya. Sehingga, bisa
dikatakan bahwa sinar gamma adalah yang paling tinggi dari semua jenis
gelombang elektromagnetik. Sedangkan, jenis gelombang
elektromagnetik dengan energi rendah adalah gelombang radio.
Semua jenis gelombang
elektromangnetik merambat membawa energi dengan kecepatan yang sama. Tidak
peduli bagaimanapun besar frekuensi dan panjang gelombangnya. Beberapa sifat
gelombang, seperti interferensi dan difraksi juga terlihat dalam
pola radiasi gelombang elektromagnetik. Telah lama dipahami, energi ini dibawa
oleh partikel kecil yang bernama foton. Foton unit terkecil dari cahaya dengan
paket-paket energi. Kadang-kadang terjadi interaksi antar partikel foton
sehingga mampu mengubah cara awal perilaku cahaya.
Gelombang elektromagnetik sudah
dapat digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan dan diterapkan dalam teknologi.
Sebagai contoh, gelombang radio. Stasiun pemancar dan penerima radio melakukan
komunikasi dari satu titik ke titik lain memanfaatkan gelombang ini. Gelombang
radio juga sangat penting bagi para astronom luar angkasa. Para astronom
mempelajari gelombang radio yang dipancarkan dari galaksi lain untuk
mendapatkan informasi dari bintang-bintang digalaksi tersebut. Bintang
melepaskan radiasi elektromagnetik di seluruh spektrum, dan kita dapat
memanfaatkan ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang alam semesta.
1.
Sinar Gamma
Sinar gamma
meliputi daerah frekuensi 1015 Hz hingga 1021 Hz atau
panjang gelombang antara 10-13 sampai dengan 10-10 m. Sinar Gamma yaitu gelombang elektromagnet dari pancaran inti
atom zat zat radioaktif yang mempunyai panjang gelombang antara 1Å (10-10 m)
sampai 10-4Å (10-14 m). sifat-sifat sinar gamma (γ) sebagai berikut :
a. Mempunyai
daya tembus paling besar disbanding sinar radio aktif lainnya (α atau β).
b. Tidak dipengaruhi medan magnet dan medan listrik, karena
tidak bermuatan.
c. Dapat
mempengaruhi film.
d. Energinya
mencapai 3MeV.
2.
Sinar-X
Sinar-X atau sinar Röntgen adalah
salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dengan panjang
gelombang berkisar antara 10 nanometer ke 100 picometer (mirip dengan frekuensi
dalam jangka 30 PHz to 60 EHz). Sinar-X ini meliputi daerah frekuensi 1016 Hz
hingga 1020 Hz. Sinar-X
umumnya digunakan dalam diagnosis gambar medikal dan Kristalografi sinar-X.
Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion dan dapat berbahaya.
Sinar-X
ditemukan oleh Wilhelm Conrad Rontgent sehingga sering disebut sebagai sinar
Rontgent. Sinar-X dapat menembus kertas dan kulit manusia, tetapi tidak dapat
menembus logam dan tulang sehingga dapat digunakan untuk memotret susunan tulang
dan keadaan organ dalam tubuh manusia tanpa melakukan pembedahan.
3.
Sinar Ultraviolet
Spektrum sinar
ultraviolet meliputi daerah frekuensi 1015 Hz hingga 1016
Hz atau daerah panjang gelombang 10-8 m hingga 10-7 m. Sinar Ultraviolet (UV) adalah sinar tidak tampak yang
merupakan bagian energi yang berasal dari matahari. Sinar UV dapat membakar
mata, rambut, dan kulit jika bagian tubuh tidak dilindungi, atau jika mereka
terlalu banyak terkena sinar matahari. Meskipun demikian, sinar UV sangat
berguna dalam ekosistem kita.
Sinar UV membantu tubuh kita dalam
membuat vitamin D, yang memperkuat tulang dan gigi dan membantu tubuh kita
membangun kekebalan terhadap penyakit seperti rakhitis dan kanker usus besar.
4.
Cahaya Tampak
Cahaya tampak
meliputi jangkauan frekuensi 4,3 x 1014 hingga 7,5 x 1014 Hz atau panjang gelmbang
4000 Å hingga 7000 Å. Tampak adalah cahaya yang dapat
ditangkap oleh mata manusia. Hal itu dikarenakan spektrum elektromagnetik yang
tampak oleh mata manusia. Radiasi elektromagnetik dalam rentang panjang
gelombang inilah yang nantinya disebut sebagai cahaya tampak atau cahaya saja .
Tidak ada batasan yang tepat dari spektrum optik ini; mata normal manusia akan
dapat menerima panjang gelombang dari 400 sampai 700 nm, meskipun beberapa
orang dapat menerima panjang gelombang dari 380 sampai 780 nm (atau dalam
frekuensi 790-400 terahertz). Mata yang telah beradaptasi dengan cahaya
biasanya memiliki sensitivitas maksimum di sekitar 555 nm.
5.
Sinar Inframerah
Sinar
inframerah meliputi daerah frekuensi 1011 Hz hingga 1014
atau daerah panjang gelombang 10-6 m hingga 10-3 m.
Radiasi sinar inframerah dihasilkan leh getaran atom-atom suatu materi. Infra merah (infra red) ialah sinar elektromagnet yang
panjang gelombangnya lebih daripada cahaya nampak yaitu di antara 700 nm dan 1
mm. Sinar infra merah merupakan cahaya yang tidak tampak. Jika dilihat dengan
dengan spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra merah akan nampak pada
spectrum elektromagnet dengan panjang gelombang di atas panjang gelombang
cahaya merah. Dengan panjang gelombang ini maka cahaya infra merah ini akan
tidak tampak oleh mata namun radiasi panas yang ditimbulkannya masih
terasa/dideteksi. Infra merah dapat dibedakan menjadi tiga daerah yakni:
a. Near Infra
Merah
0.75 - 1.5 µm
b. Mid Infra
Merah
1.50
- 10 µm
c. Far
Infra
Merah
10 - 100 µm
6.
Gelombang Radio
Gelombang radio
meliputi daerah frekuensi 104 Hz hingga 108 Hz atau
daerah panjang gelombang meliputi 1 m hingga 104 m.Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi
elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari gelombang
osilator (gelombang pembawa) dimodulasi dengan gelombang audio (ditumpangkan
frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF)
pada suatu spektrum elektromagnetik, dan radiasi elektromagnetiknya bergerak
dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.
Anonim
(2009) menyatakan bahwa berdasarkan lebar frekuensinya, gelombang radio
dibedakan menjadi beberapa tingkatan frekuensi. Adapun pembagiannya serta kegunaannya dapat dilihat pada tabel
di bawah ini.
Gambar 1.3 Pembagian gelombang radio berserta frekuensi, panjang gelombang
dan kegunaannya
Gambar 1.4 Alokasi frekuensi radio
Manfaatnya:
a. VLF
(Very Low Frequency)
Sinyal-sinya
ini dipropagasikan sangat dekat dengan permukan bumi, tidak dapat melewati
objek yang padat dan digunakan dalam navigasi radio jarak jauh.
b.
Frekuensi Rendah (LF)
Memiliki frekuensi 30
KHz s/d 300 KHz. Panjang gelombang 1500 M. Biasa digunakan untuk radio
gelombang panjang dan komunikasi jarak jauh.
c. MF
(Medium Frequency) dan HF (High Frequency)
Sinyal-sinyal ini dikirimkan lewat udara dan memantul kembali ke bumi. Digunakan
untuk komunikasi jarak jauh.
d. Frekuensi Tinggi (HF)
Memiliki frekuensi 3 MHz s/d 30 MHz. Panjang dari gelombang ini adalah 30 M.
Biasa digunakan untuk radio komunikasi jarak pendek, radio amatir, CB.
e.
Frekuensi Sangat Tinggi (VHF)
Memiliki frekuensi 30
MHz s/d 300 MHz. Panjang gelombang adalah 3 M. Gelombang tidak dapat
dipantulkan oleh Ionosfer. Sehingga memiliki jangkauan yang sempit. Dan cocok
digunakan untuk komunikasi antar satelit. Agar gelombang ini bisa berjangkauan
jauh maka perlu stasiun penghubung (Relai). Biasa digunakan untuk Radio FM,
Komunikasi Polisi, Pelayanan Darurat.
f.
Frekuensi Ultra Tinggi (UHF)
Memiliki frekuensi 300
MHz s/d 3 GHz. Panjang gelombang adalah 30 Cm. Gelombang tidak dapat
dipantulkan oleh Ionosfer. Sehingga memiliki jangkauan yang sempit. Dan cocok
digunakan untuk komunikasi antar satelit. Agar gelombang ini bisa berjangkauan
jauh maka perlu stasiun penghubung (Relai). Biasa digunakan untuk Komunikasi
Televisi.
g.
Frekuensi Super Tinggi (SHF)
Memiliki frekuensi
diatas 3 GHz. Panjang gelombang adalah 3 Cm. Biasa digunakan untuk radar,
komunikasi satelit, telepon, saluran televisi.
Panjang gelombang ini hanya beberapa cm
dan mudah dipantulkan oleh pesawat udara dan roket. Pulsa yang dipancarkan dan
dipantulkan kembali dalam selang waktu
maka :
Keterangan :
S = Jarak bidang
pantul dengan pesawat radar (m)
C = Kecepatan cahaya
(3x108 m/s)
=
Selang waktu pengiriman dan penerimaan pulsa (s)
7. Gelombang
Televisi
Gelombang TV adalah gelombang elektromagnetik yang sangat kompleks. Hal ini
disebabkan oleh kenyataan bahwa gelombang TV mengandung informasi tidak hanya
suara, tetapi juga informasi dalam bentuk gambar. Oleh karena itu, gelombang TV
terdiri atas :
a.
Gelombang “blanking”, yang berfungsi menghaspus berkas
elektron pada saat “retrace” pada proses “scanning” sebuah gambar.
b. Gelombang
sinkronisasi vertikal dan horizontal, yang berfungsi mensinkronkan proses
scanning dalam arah vertikal dan horizontal.
c. Gelombang AM,
yang berfungsi membawa informasi gambar.
d. Gelombang FM,
yang berfungsi membawa informasi suara.
Jadi sinyal suara dikirimkan dalam bentuk modulasi FM, sedangkan gambar
dalam bentuk modulasi AM. Oleh karena itu, suara yang dibawa oleh gelombang TV
cenderung lebih tahan terhadap gangguan kelistrikan alam, sedangkan gambar
lebih mudah terganggu.
Disamping itu, karena gelombang TV
mengandung gelombang FM, maka agar siaran TV dapat diterima di tempat-tempat
yang jauh biasanya diperlukan pesawat pemancar ulang (relay) disekitar
tempat-tempat tersebut. Dan lebih dari itu, untuk memperoleh penerimaan siaran
yang sangat baik, biasanya dibantu oleh satelit buatan yang dapat menangkap dan
memancarkan ulang siaran TV tersebut. Fluktuasi arus listrik atau tegangan
listrik yang sesuai dengan variasi intensitas cahaya biasa disebut sinyal video
(video signal).
Frekuensi dari sinyal video ini
berkisar antara 30 Hz sampai 4 MHz, bervariasi sesuai dengan isi gambar.
Pulsa-pulsa sinkronisasi adalah getaran-getaran energi listrik yang
dibangkitkan oleh osilator pada stasiun pemancar televisi. Pulsa-pulsa ini
mengontrol frekuensi scanning horizontal dan scanning vertikal pada kamera di
statsion pemancar dan pada pesawat penerima.
Pulsa-pulsa Blanking menjadikan
berkas elektron tidak beroperasi (tidak bekerja) selama elektron kembali dari
unjung garis horizontal ke posisi awal garis horizontal berikutnya, serta
selama elektron kembali dari bawah ke atas pada arah. Proses ini terjadi di
dalam kamera di statsion pemancar dan di dalam pesawat penerima televisi.
Gelombang
Televisi merambat pada frekuensi 100,000 Hz sampai 100,000,000,000 Hz,
sementara gelombang audio merambat pada frekuensi 20 Hz sampai 20,000 Hz. Pada
siaran Televisi, gelombang audio dan video tidak ditransmisikan langsung
melainkan ditumpangkan pada gelombang Televisi yang akan merambat melalui ruang
angkasa.
Frekuensi gelombang televisi sedikit lebih tinggi dari gelombang radio.
Gelombang ini merambat lurus dan tidak dapat dipantulkan oleh lapisan-lapisan
atmosfer bumi sehingga untuk menangkap siaran televisi, diperlukan sebuah
stasiun penghubung, misalnya stasiun Jakarta, maka di wilayah Bandung
diperlukan sebuah stasiun penghubung yang terletak di puncak gunung Tangkuban
Perahu sedangkan untuk Indonesia bagian timur memerlukan stasiun penghubung
berupa satelit (Foster, 2004).
Gambar 1.6 Transmisi
gelombang TV
C. SIFAT-SIFAT
GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
1.
Perubahan medan listrik dan medan
magnet terjadi pada saat yang bersamaan.
2.
Arah medan listrik dan medan magnet
saling tegak lurus.
3.
Kuat medan listrik dan magnet
besarnya berbanding lurus satu dengan yang lain, yaitu menurut hubungan E = c.B.
4.
Arah perambatan gelombang
elektromagnetik selalu tegak lurus arah medan listrik dan medan magnet.
5.
Gelombang elektromagnetik dapat
merambat dalam ruang hampa.
6.
Gelombang elektromagnetik merambat
dengan laju yang hanya bergantung pada sifat-sifat listrik dan magnet medium.
7.
Laju rambat gelombang
elektromagnetik dalam ruang hampa merupakan tetapan umum dan nilainyac = 3 x
108 m/s.
8.
Gelombang elektromagnetik adalah
berupa gelombang transversal.
9.
Gelombang elektromagnetik dapat
mengalami proses pemantulan, pembiasan, polarisasi, interferensi, dan difraksi
(lenturan).
D. PENGGUNAAN
GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau
tidak ada medium. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan
beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu: panjang gelombang/wavelength,
frekuensi, amplitude/amplitude, kecepatan. Amplitudo adalah tinggi gelombang,
sedangkan panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak. Frekuensi adalah
jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan
merambatnya gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan
(kecepatan cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik.
Semakin panjang suatu gelombang, semakin rendah frekuensinya, dan semakin
pendek suatu gelombang semakin tinggi frekuensinya.
Energi elektromagnetik dipancarkan, atau dilepaskan, oleh semua masa di
alam semesta pada level yang berbeda - beda. Semakin tinggi level energi dalam
suatu sumber energi, semakin rendah panjang gelombang dari energi yang
dihasilkan, dan semakin tinggi frekuensinya. Perbedaan karakteristik energi gelombang digunakan untuk
mengelompokkan energi elektromagnetik.
Gelombang elektromagnetik banyak
dimanfaatkan dalam kehidupan di muka bumi. Pemanfaatan itu ada dalam berbagai
bidang, yaitu bidang kedokteran, bidang industri, bidang astronomi, bidang
seni, dan bidang sains fisika. Banyak sekali keuntungan yang diperoleh dari
pemanfaatan gelombang elektromagnetik ini. Tetapi, gelombang elektromagnetik
ini juga dapat memberikan dampak negatif yang dapat mengganggu kehidupan di
muka bumi.
Gelombang radio banyak dimanfaatkan
oleh manusia dalam bidang komunikasi yaitu digunakan sebagai alat komunikasi
dan pembawa informasi dari suatu tempat ke tempat yang lain. Salah satunya
digunakan pada sistem siaran televise, radio dan perangkat elektronik yang
menghasilkan osilasi listrik.
Peranan elektronik dalam sarana
komunikasi dapat memberikan dampak negatif. Hal ini terletak pada gelombang
elektromagnetik yang dihasilkan. Taufik (2009) menyebutkan bahwa gelombang
elektromagnetik yang dihasilkan oleh alat elektronik dapat menyebabkan cacat
mental karena saraf otak kita terganggu oleh gelombang tersebut. Selain itu,
jika ada yang menghubungi pada saat mengisi bensin maka daerah SPBU itu dapat
menjadi berbahaya karena gelombang elektromagnetik tersebut dapat memicu
ledakan dari SPBU. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati bila berada di
derah SPBU. Penerapan gelombang elektromagnetik
dalam kehidupan sehari-hari :
1. Radio
Radio
energi adalah bentuk level energi elektromagnetik terendah, dengan kisaran
panjang gelombang dari ribuan kilometer sampai kurang dari satu meter.
Penggunaan paling banyak adalah komunikasi, untuk meneliti luar angkasa dan
sistem radar. Radar berguna untuk mempelajari pola cuaca, badai, membuat peta
3D permukaan bumi, mengukur curah hujan, pergerakan es di daerah kutub dan
memonitor lingkungan. Panjang gelombang radar
berkisar antara 0.8 – 100 cm.
Gelombang
radio juga banyak
dimanfaatkan oleh manusia dalam bidang komunikasi yaitu digunakan sebagai alat
komunikasi dan pembawa informasi dari suatu tempat ke tempat yang lain. Salah
satunya digunakan pada sistem siaran televise, radio dan perangkat elektronik
yang menghasilkan osilasi listrik.
Peranan
elektronik dalam sarana komunikasi dapat memberikan dampak negatif. Hal ini
terletak pada gelombang elektromagnetik yang dihasilkan. Taufik (2009)
menyebutkan bahwa gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh alat elektronik
dapat menyebabkan cacat mental karena saraf otak kita terganggu oleh gelombang
tersebut. Selain itu, jika ada yang menghubungi pada saat mengisi bensin maka
daerah SPBU itu dapat menjadi berbahaya karena gelombang elektromagnetik
tersebut dapat memicu ledakan dari SPBU. Oleh karena itu, kita harus
berhati-hati bila berada di derah SPBU.
Supriyono
(2006) menyatakan bahwa gelombang yang dipancarkan dari stasiun radio pemancar
dipantulkan oleh lapisan atmosfer bumi. Lapisan atmosfer tersebut mengandung
pertikel-partikel bermuatan listrik, yaitu lapisan ionosfer sehingga dapat
mencapai tempat-tempat di bumi yang jaraknya jauh dari pemancar. Gelombang
radio dapat menembus lapisan ionosfer pada energi foton sekitar 108 Hz.
Gelombang yang membawa informasi diteruskan oleh lapisan ionosfer. Informasi
yang berbentuk suara dibawa oleh gelombang pendukung sebagai perubahan
frekuensi dan disebut sebagai modulasi frekuensi (FM).
Gambar 2.1 Jenis-jenis gelombang beserta kegunaannya
Gambar 2.2 Transmisi gelombang radio
2. Gelombang televisi (gelombang ultra
pendek) biasanya digunakan sebagai pemancar gelombang televisi sehingga siaran
dapat diterima oleh penyimak melalui pesawat televisi.
Gambar 2.3 Transmisi gelombang televisi (TV)
3. Microwave
Panjang
gelombang radiasi microwave berkisar antara 0.3 – 300 cm. Penggunaannya
terutama dalam bidang komunikasi dan pengiriman informasi melalui ruang
terbuka, memasak, dan sistem PJ aktif. Pada sistem PJ aktif, pulsa microwave
ditembakkan kepada sebuah target dan refleksinya diukur untuk mempelajari
karakteristik target. Sebagai contoh aplikasi adalah Tropical Rainfall
Measuring Mission’s (TRMM) Microwave Imager (TMI), yang mengukur radiasi
microwave yang dipancarkan dari Spektrum elektromagnetik Energi elektromagnetik
atmosfer bumi untuk mengukur penguapan, kandungan air di awan dan intensitas
hujan. Gelombang
mikro digunakan dalam analisis struktur atom dan molekul serta digunakan pula
pada radar (radio detecting and ranging). Gelombang mikro juga digunakan
dalam komunikasi antarbenua dengan menggunakan bantuan satelit sehingga
walaupun komunikasi jarak jauh yang terhalang oleh gunung pun dapat dilakukan.
Posisi satelit harus diperhatikan karena posisi satelit mempengaruhi hubungan
komunikasi seluruh dunia.
Gelombang mikro merupakan gelombang radio dengan frekuensi paling tinggi,
yaitu dapat mencapai 3 x 109 Hz. Selain sebagai alat
komunikasi, gelombang mikro juga dapat dipakai untuk memasak, karena dapat
memanaskan benda yang menyerap gelombang tersebut. Merry (2009) menyatakan
bahwa “Microwave oven menggunakan gelombang mikro dalam band
frekuensi ISM sekitar 2,45 GHz. … . Pemanasan dengan gelombang mikro mempunyai
kelebihan yaitu pemanasan lebih merata karena bukan mentrasfer panas dari luar
tetapi membangkitkan panas dari dalam bahan tersebut”.
Salah satu alat canggih yang memanfaatkan gelombang
mikro adalah RADAR. Antena radar dapat bertindak sebagai pemencar dan penerima
gelombang elektromagnetik.
Microwave
RADAR (Radio Detection and Rangin)
Gambar 2.4 Alat-alat yang menerapkan prinsip gelombang mikro
4. Infrared
Kondisi-kondisi kesehatan dapat
didiagnosis dengan menyelidiki pancaran inframerah dari tubuh. Foto inframerah
khusus disebut termogram digunakan untuk mendeteksi masalah sirkulasi darah,
radang sendi dan kanker. Radiasi inframerah dapat juga digunakan dalam alarm
pencuri. Seorang
pencuri tanpa sepengetahuannya akan menghalangi sinar dan menyembunyikan alarm. Remote control
berkomunikasi dengan TV melalui radiasi sinar inframerah yang dihasilkan oleh
LED ( Light Emiting Diode ) yang terdapat dalam unit, sehingga kita dapat
menyalakan TV dari jarak jauh dengan menggunakan remote control. Sinar inframerah tidak dapat
dideteksi oleh mata telanjang tetapi masih dapat dirasakan karena energi panas
yang dihasilkan. Setiap hari manusia bisa merasakan sinar inframerah yang
berasal dari matahari yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia.
Lala (2008)
menyatakan bahwa 80% cahaya matahari adalah sinar inframerah karena panjang
jangkauan gelombang sinar ini (4 sampai 1000 mikron).
Sinar
inframerah banyak digunakan dalam bidang industri, bidang kesehatan atau
kedokteran, astronomi, dan dalam mempelajari struktur molekul. Foster (2004)
menyatakan bahwa dalam bidang kedokteran sinar inframerah dapat digunakan untuk
mengurangi rasa sakit pada rematik dan menghangatkan permukaan kulit. Sinar
inframerah tidak banyak dihamburkan oleh partikel-pertikel sehingga dalam
bidang astronomi dengan menggunakan pelat-pelat film yang peka terhadap sinar
inframerah, pemotretan permukaan bumi oleh pesawat dari satelit dapat
dilakukan. Sinar inframerah dapat digunakan untuk mempelajari struktur molekul
dengan menggunakan alat spektroskop inframerah.
Gambar 2.5 Pemanfaatan
sinar inframerah pada bidang kesehatan
5.
Ultraviolet
Sinar UV
diperlukan dalam asimilasi tumbuhan dan dapat membunuh kuman-kuman penyakit
kulit. Sinar ultraviolet dapat digunakan
untuk membunuh mikroorganisme, yaitu dengan radiasi ultraviolet yang diserap
akan menghancurkan mikroorganisme seperti hasil reaksi karena ionosasi dan
dissosiasi molekul. Sinar ini dapat mengubah molekul sterol dari provitamin D
menjadi vitamin D yang berguna untuk pertumbuhan tubuh manusia (Supriyono,
2006). Foster (2004) menyatakan sinar ultraviolet juga dapat digunakan untuk
mengetahui unsur-unsur dalam dalam suatu bahan dengan teknik spektroskopi
karena rentang frekuensi sinar ini antara 1015 hertz hingga 1016 hertz.
Selain
memberikan keuntungan, sinar ultraviolet juga menyebabkan kerugian yang besar
dalam kehidupan. Sinar ultraviolet yang terdapat di dalam matahari dapat
diserap oleh lapisan ozon di atmosfer. Apabila lapisan ozon di atmosfer
berlubang maka dapat meningkatkan sinar ultraviolet yang sampai ke permukaan
bumi dan dapat merusak jaringan kulit pada manusia (Foster, 2004). Sinar
ultraviolet membawa lebih banyak energi daripada gelombang cahaya lain. Karena
inilah gelombang ultraviolet dapat masuk dan membakar kulit sehingga kulit
manusia menjadi sensitif terhadap sinar ultraviolet matahari. Hal ini, dapat
menimbulkan kanker pada kulit (Anonim, 2009b).
Gambar 2.7 Dampak sinar ultraviolet bagi kehidupan manusia
6.
Sinar X
Sinar X ini biasa digunakan
dalam bidang kedokteran untuk memotret kedudukan tulang dalam badan terutama
untuk menentukan tulang yang patah. Akan tetapi penggunaan sinar X harus
hati-hati sebab jaringan sel-sel manusia dapat rusak akibat penggunaan sinar X
yang terlalu lama. Di zaman modern ini, Supriyono
(2006) menyatakan bahwa sinar rontgen digunakan dalam operasi pembedahan
sehingga dokter dapat mengetahui bagian mana yang harus dibedah. Pada bidang
industri sinar ini digunakan untuk menemukan cacat las dan bungkus logam karena
sinar ini dapat dapat menembus logam. Pada bidang seni, sinar-X digunakan untuk
melihat bagian dalam patung yang tidak terlihat dari luar. Pada bidang sains
fisika, sinar-X digunakan untuk mempelajari pola-pola difraksi pada struktur
atom suatu bahan sehingga dapat digunakan untuk menentukan struktur bahan
tersebut.
Gambar 2.8 Pemanfaatan Sinar X (Rontgen) pada dunia kedokteran
7. Sinar
Gamma
Sinar gamma sangat berbahaya untuk
manusia karena dapat membunuh sel hidup terutama sinar gamma dengan tingkat
energi yang tinggi yang dilepaskan oleh reaksi nuklir seperti ledakan bom
nuklir.
Foster (2009) menyatakan bahwa Ground
Penetrating Radar merupakan metode geofisika dengan menggunakan teknik
elektromagnetik yang dirancang untuk mendeteksi objek yang terkubur didalam
tanah dan mengevaluasi kedalam objek tersebut.
Gambar 2.9 Pemanfaatan sinar gamma sebagai bom atom
8. Cahaya
tampak
Cahaya tampak atau sinar tampak (visible light) dapat membantu penglihatan
mata kita. Dengan adanya sinar tampak, mata kita dapat melihat benda-benda di sekeliling
kita dan dapat dibedakan macam-macam warnanya.
Gambar 2.6
Pelangi, yang merupakan salah satu perwujudan cahaya tampak
E. RUMUS-RUMUS
DALAM GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
1.
Cepat
Rambat Gelombang Elektromagnetik

Keterangan :
c = cepat rambat gelombang elektromagnetik (m/s)
μo = permeabilitas vakum = 4 π × 10-7 WbA-1m-1
εo = permitivitas vakum = 8,85 × 10-12 C2N-1m-2
Keterangan :
c = Cepat rambat gelombang
elektromagnetik ( 3 x 108 m/s )
λ = Panjang Gelombang (m)
f = frekuensi gelombang (Hz)
2.
Hubungan
Cepat Rambat Gelombang Elektromagnetik, Kuat Medan Listrik dan Kuat Medan
Magnet


3.
Laju
Energi Rata-Rata


4.
Intensitas
Gelombang Elektromagnetik


DAFTAR PUSTAKA
http://brigittalala.wordpress.com/pesan-dan-kesan-mengikuti-pree-test-fisika/gelombang-elektromagnetik/